Allah Taala ada berfirman: “Wahai Daud! Sampaikanlah kepada penduduk bumi-Ku, bahawa Aku mencintai siapa yang mencintaiKu. (Aku) duduk dengan siapa yang duduk-duduk denganKu. Berjinakan dengan siapa yang berjinakan dengan mengingatiKu. Teman kepada siapa yang berteman denganKu. Memilih dengan siapa yang memilih Aku. Patuh dengan siapa yang mematuhiKu. Siapa yang mencari Aku dengan kebenaran, nescaya dia akan mendapat Aku. Dan siapa yang mencari selain daripadaKu, nescaya dia tidak akan mendapat Aku. Lemparkanlah wahai penduduk bumi, akan apa yang berada kamu di atasnya, daripada tipuannya. Marilah kepada kemulian-Ku, berteman dengan Aku dan duduk-duduk dengan Aku. Berjinak-jinaklah dengan Aku, nescaya Aku berjinak-jinak pula dengan kamu. Dan Aku bersegera mencintai kamu.”







Tuesday, February 9, 2010

MANGKUK YANG CANTIK,MADU DAN SEHELAI RAMBUT



Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Umar r.a. berkata,
"kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

'Ali r.a. berkata,
"tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fathimah r.ha. berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah S.W.T berfirman,
" Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

No comments:

Post a Comment